Musim Penghujan Tiba, Anggota Fraksi PAN Pringsewu Dedi Sutarno Mengingatkan...

Musim Penghujan Tiba, Anggota Fraksi PAN Pringsewu Dedi Sutarno Mengingatkan...

Pringsewu — Kabupaten Pringsewu akhir-akhir ini mengalami intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Fenomena ini terjadi sejak awal Desember 2024 hingga pertengahan Januari 2025 dan diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan. Akibatnya, debit air di seluruh sungai mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya pada Selasa (14/01/2025).

"Memang benar, BPBD saat ini dalam status siaga karena intensitas curah hujan terus meningkat sejak sepuluh hari terakhir. Kami sudah memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten secara berjenjang untuk tetap siaga dan waspada. Salah satu cara kami menyampaikan imbauan adalah melalui media sosial BPBD dan grup WhatsApp yang ada," ungkapnya.

Berdasarkan informasi dan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan, terpantau air Sungai Sekampung di Kecamatan Pringsewu dan Way Bulok sudah meluap. "Alhamdulillah, untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem ini, kami terus berkoordinasi dengan pengelola Bendungan Way Sekampung," tambahnya.

Saudara Dedi Sutarno, S.Pd Anggota Fraksi PAN Pringsewu, juga memberikan penjelasan. "Alhamdulillah, sore ini pukul 15:00 WIB, pintu air akan dibuka. Selain koordinasi dengan pengelola bendungan, BPBD juga sudah menjalin koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan para relawan di tingkat kecamatan. Mudah-mudahan, dengan dibukanya pintu air ini, potensi banjir dapat diminimalkan sehingga tidak memberikan dampak besar kepada masyarakat," ujar Saudara Dedi.

Selain itu, Saudara Dedi Sutarno menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. "BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga. Jika diperlukan, masyarakat diharapkan siap melakukan evakuasi mandiri," tutupnya. [Eko Andriono]

Komentar